Tekan Angka Keterlambatan, Guru BK MAN Tanjungbalai Berikan Penguatan Disiplin Hadir
Tanjungbalai (Humas). Guna membentuk karakter disiplin dan menekan angka keterlambatan siswa di awal tahun ajaran baru, guru Bimbingan Konseling (BK) MAN Tanjungbalai, Febrisa Rahim, S.Pd., menggelar aksi penertiban berkala. Kegiatan ini dirangkai dengan pemberian penguatan serta nasihat persuasif kepada para peserta didik agar lebih disiplin dalam menjaga waktu kehadiran di madrasah, Selasa (21/7/2026).
Langkah proaktif yang dilakukan oleh tim guru BK di gerbang utama dan lapangan madrasah ini bertujuan untuk memberikan efek jera yang edukatif bagi siswa yang masih melanggar tata tertib waktu. Bagi murid yang tercatat terlambat, guru BK tidak hanya memberikan catatan administratif, melainkan langsung menyentuh aspek psikologis mereka melalui konseling humanis guna mencari akar masalah penyebab keterlambatan dan memberikan solusi manajemen waktu yang baik.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., mendukung penuh langkah kedisiplinan yang digandeng oleh unit Bimbingan Konseling ini. Pihak manajemen madrasah menegaskan bahwa ketepatan waktu hadir ke sekolah merupakan cerminan awal dari kesiapan mental siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan dan beradaptasi dengan dunia kerja nyata di era transformasi digital.
“Disiplin waktu adalah fondasi utama dari seluruh kunci kesuksesan hidup. Guru BK MAN Tanjungbalai hari ini hadir memberikan pembinaan yang mendalam agar anak-anak kami sadar bahwa setiap menit yang terbuang karena terlambat akan merugikan fokus belajar mereka. Kami berharap melalui nasihat dan penguatan yang konsisten ini, angka keterlambatan dapat ditekan seminimal mungkin dan siswa tumbuh menjadi pribadi yang menghargai waktu,” ungkap Kepala MAN Tanjungbalai.
Para siswa yang menerima pembinaan menyambut baik nasihat tersebut dengan komitmen kuat untuk memperbaiki pola tidur dan jadwal berangkat dari rumah. Kegiatan penertiban dan pemberian motivasi kedisiplinan oleh guru BK ini berjalan dengan sangat kondusif, tertib, dan diakhiri dengan pemulangan siswa ke ruang kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar efektif. (Muhammad Amri Pasaribu)
