Siswa MAN Tanjungbalai Sampaikan Pesan Edukasi Hindari Diri dari Perbuatan Zina
Tanjungbalai (Humas). Ada yang berbeda dalam kegiatan pembinaan di Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai pagi ini. Perwakilan peserta didik tampil memukau dengan menyampaikan pidato edukasi mengenai bahaya dan larangan perbuatan zina, uniknya pesan tersebut disampaikan menggunakan tiga bahasa Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris, kegiatan ini dilaksanakan di halaman madrasah, Kamis (5/2/2026).
Penyampaian pidato ini bertujuan untuk memberikan edukasi moral sekaligus mengasah kemampuan linguistik siswa di depan publik. Dalam narasinya, para siswa menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan menghindari pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan, selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam di madrasah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pesan dakwah bisa disampaikan secara modern dan mendunia. Dengan bahasa Arab dan Inggris, pesan moral ini diharapkan dapat dipahami dalam konteks yang lebih luas, sekaligus membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai religius,” ujar salah satu siswa peserta pidato.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., menyampaikan “kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk membentuk mentalitas pemimpin dan agen perubahan yang membawa manfaat nyata di tengah masyarakat. Beliau menekankan bahwa penguasaan bahasa asing yang dipadukan dengan pesan moral agama adalah laboratorium bagi siswa untuk melatih keberanian berbicara di depan publik sekaligus menguatkan fondasi akhlak,” ujar Kepala MAN Tanjungbalai.
Pihak madrasah memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Program pidato multibahasa memang menjadi salah satu keunggulan di MAN Tanjungbalai untuk membentuk karakter siswa yang “Cerdas, Berakhlak, dan Mendunia”. Melalui metode ini, edukasi moral menjadi lebih menarik dan mudah diterima oleh rekan-rekan sebaya, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi benteng bagi seluruh peserta didik dalam menghadapi tantangan pergaulan di era digital, sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada pembentukan akhlakul karimah. (Muhammad Amri Pasaribu)
