Relevan dengan Tren Bisnis Modern, Guru Ekonomi MAN Tanjungbalai Kupas Materi Biaya Produksi di Era Digital
Tanjungbalai (Humas). Proses pembelajaran ekonomi yang dinamis dan adaptif berlangsung di kelas Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai. Guna memberikan pemahaman yang komprehensif dan sesuai dengan realitas industri modern, guru mata pelajaran Ekonomi di madrasah ini menyampaikan materi tentang konsep biaya produksi yang dikorelasikan langsung dengan era transformasi digital, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan belajar mengajar tersebut, Guru Ekonomi membimbing para siswa untuk tidak hanya terpaku pada rumus-rumus akuntansi biaya konvensional, tetapi juga melihat bagaimana struktur biaya tersebut mengalami perubahan di dunia digital. Siswa diajak membedah komponen biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) pada model bisnis masa kini.
“Jika dahulu biaya produksi identik dengan sewa gedung fisik, mesin pabrik yang besar, dan cetak brosur kertas, maka di era transformasi digital ini komponen tersebut banyak yang terpangkas. Kini, pelaku usaha beralih ke biaya komputasi awan (cloud computing), langganan perangkat lunak (SaaS), biaya iklan digital di media sosial, hingga pemeliharaan sistem keamanan siber,” jelas Guru Ekonomi di hadapan para peserta didik.
Lebih lanjut, guru pengampu menerangkan bahwa pemahaman tentang efisiensi biaya produksi digital ini sangat penting bagi generasi Z. Melalui transformasi digital, biaya produksi per unit (average cost) dapat ditekan secara signifikan sehingga memungkinkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bersaing di pasar global dengan modal yang lebih terjangkau.
Metode penyampaian materi ekonomi yang kontekstual ini memantik diskusi interaktif yang cerdas di ruang kelas. Para siswa terlihat antusias memberikan contoh-contoh nyata dari lini bisnis digital yang sering mereka gunakan sehari-hari, mulai dari sistem operasional marketplace, manajemen biaya ojek daring, hingga kalkulasi produksi konten kreator.
Melalui penguatan literasi ekonomi digital ini, MAN Tanjungbalai berkomitmen untuk terus membekali para siswa dengan ilmu pengetahuan yang aplikatif. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan madrasah yang tidak hanya cerdas secara teoretis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tajam dan siap menjadi penggerak ekonomi digital di masa depan. (Muhammad Amri Pasaribu)
