Jemput Keberkahan Zulhijah, Keluarga Besar MAN Tanjungbalai Gelar Istighosah dan Doa Bersama Jelang Iduladha
Tanjungbalai (Humas). Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai. Menjelang datangnya Hari Raya Iduladha 1447 H, pihak madrasah menggelar kegiatan istighosah, zikir, dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, guru, tenaga kependidikan, serta ratusan peserta didik, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan spiritual ini dipusatkan di mushala utama madrasah. Agenda ini sengaja dirancang khusus sebagai sarana refleksi diri sekaligus momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, guna meraih keutamaan dan keberkahan yang berlipat ganda di sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., dalam bimbingan dan arahannya menyampaikan bahwa bulan Zulhijah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Oleh karena itu, madrasah memfasilitasi kegiatan istigasah ini agar seluruh keluarga besar MAN Tanjungbalai dapat membersihkan hati, memperbanyak amalan baik, dan meneladani nilai-nilai pengorbanan serta keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Istighosah dan doa bersama ini adalah wujud ikhtiar batin kita. Kita bermunajat agar seluruh aktivitas pendidikan di madrasah ini selalu dinaungi keberkahan, para guru diberikan kekuatan untuk mendidik, dan anak-anak sekalian dimudahkan dalam menuntut ilmu. Semoga momentum menjelang Iduladha ini menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” ujar Kepala MAN Tanjungbalai.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan kalimat-kalimat tayibah, shalawat, zikir istighosah, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang guru keagamaan madrasah. Isak tangis haru sempat mewarnai jalannya doa saat para siswa dan guru bersama-sama memohon ampunan, kesehatan, serta keberkahan bagi orang tua, madrasah, dan bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan keagamaan rutin yang menyentuh hati ini, MAN Tanjungbalai berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada pencapaian prestasi akademik siswa, tetapi juga terus memperkokoh kecerdasan spiritual dan penguatan karakter islami yang kuat bagi seluruh warga madrasah. (Muhammad Amri Pasaribu)
