KesiswaanNews

Hadapi Tantangan Global, MAN Tanjungbalai Gelar Edukasi Pentingnya Penguasaan Bahasa di Era Digital

Tanjungbalai (Humas). Dalam upaya mencetak generasi yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai menyelenggarakan sesi edukasi khusus mengenai peran strategis bahasa di era transformasi digital. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik dihalaman madrasah dan menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kunci utama dalam menguasai teknologi dan informasi global, Rabu (11/2/2026).

Dalam pembinaannya, pihak madrasah menyampaikan bahwa di era digital 2026, arus informasi mengalir tanpa batas negara. Penguasaan bahasa, khususnya Bahasa Indonesia yang baik serta Bahasa Inggris dan Arab, menjadi fondasi bagi siswa untuk menyaring informasi dan memproduksi konten positif.

“Di era digital, informasi menyebar sangat cepat. Siswa tidak hanya dituntut cakap dalam teknologi, tetapi juga harus pandai berkomunikasi secara efektif agar pesan yang disampaikan memiliki dampak luas dan tetap santun,” jelas Kepala MAN Tanjungbalai.

MAN Tanjungbalai telah mengintegrasikan berbagai platform digital dalam pembelajaran bahasa untuk membiasakan siswa dengan ekosistem teknologi Literasi Digital, Melalui bimbingan guru Bahasa Indonesia seperti Dra. Rosita Fajarwati, S.Pd., siswa diajarkan etika bermedia sosial dan cara memilah informasi valid guna menghindari hoaks. Pemanfaatan Platform, Penggunaan aplikasi seperti Canva untuk visualisasi teks serta Google Sites dalam materi Bahasa Inggris menjadi bukti nyata transformasi digital di lingkungan madrasah. Public Speaking, Kegiatan pidato multibahasa terus digalakkan untuk melatih rasa percaya diri siswa saat berbicara di depan publik maupun melalui media daring.

Pembina kegiatan pada kesempatan kali ini adalah Ikhawansyah, S.Ag., menegaskan bahwa siswa yang menguasai bahasa akan memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tajam. Dengan kemampuan bahasa yang mumpuni, lulusan MAN Tanjungbalai diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata, baik di dunia nyata maupun di ruang siber.

“Kemampuan literasi dan bahasa sangat penting agar siswa memiliki kepekaan rasa dan etika berkomunikasi yang baik di tengah derasnya arus disrupsi teknologi,” tambahnya. (Muhammad Amri Pasaribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *