Dongkrak “Speaking Skill”, Guru Bahasa Inggris MAN Tanjungbalai Terapkan Metode “Throw the Ball” di Era Digital
Tanjungbalai (Humas). Guna menghadirkan suasana kelas yang dinamis dan interaktif, guru mata pelajaran Bahasa Inggris Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai, Mahdina, S.Pd.I., menerapkan metode pembelajaran berbasis permainan (Game-Based Learning) lewat gim “Throw the Ball” (Lempar Bola). Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang adaptif ini dilaksanakan di ruang kelas digital madrasah untuk membiasakan siswa berkomunikasi aktif menggunakan bahasa asing di era transformasi digital, Kamis (23/7/2026).
Mekanisme permainan ini dirancang secara simpel namun efektif memicu fokus siswa. Sebuah bola akan dioper atau dilempar secara acak dari satu siswa ke siswa lainnya diiringi musik; ketika musik dihentikan, siswa terakhir yang memegang bola wajib berdiri dan menjawab pertanyaan (quiz) spontan yang diajukan oleh guru dalam bahasa Inggris. Metode ini sengaja diterapkan untuk melatih kelancaran berbicara (speaking fluency), memperluas penguasaan kosakata (vocabulary), serta mengikis rasa cemas atau takut salah saat berbicara bahasa asing.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan kreatif-komunikatif yang dipraktikkan oleh guru Bahasa Inggris tersebut. Menurut beliau, inovasi pembelajaran seperti Game-Based Learning ini sangat relevan dengan karakteristik generasi zilenial, karena mampu mengubah paradigma bahwa belajar bahasa Inggris itu kaku dan menakutkan menjadi sebuah aktivitas kelompok yang seru dan menantang.
“Transformasi digital di madrasah tidak hanya seputar penyediaan gawai atau proyektor canggih, melainkan bagaimana guru mampu memadukannya dengan metode pengajaran yang interaktif di kelas. Melalui gim Throw the Ball ini, guru Bahasa Inggris sukses menciptakan ekosistem belajar yang aktif dan menyenangkan. Kami berharap pembiasaan berbicara bahasa Inggris ini menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi pada peserta didik agar siap bersaing di kancah global,” ungkap Kepala MAN Tanjungbalai.
Para siswa terlihat sangat antusias, ceria, dan penuh tawa gelak sepanjang permainan berlangsung, sembari berlomba memberikan jawaban terbaik mereka dalam bahasa Inggris. Melalui implementasi metode interaktif yang menyenangkan ini, MAN Tanjungbalai terus berkomitmen meningkatkan mutu literasi bahasa asing seluruh peserta didik demi mencetak lulusan yang cerdas, adaptif, dan berwawasan global. (Muhammad Amri Pasaribu)
