Aplikasi Rashdul Kiblat, MAN Tanjungbalai Sesuaikan Akurasi Garis Shaf di Musholla Madrasah
Tanjungbalai (Humas). Sebagai tindak lanjut konkret dari program edukasi ilmu falak nasional, jajaran pimpinan dan guru Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai sukses menetapkan dan menyesuaikan arah kiblat di Musholla madrasah. Pengukuran ulang arah saf salat yang presisi ini merupakan aplikasi langsung dari program Rashdul Kiblat (Istiwa A’zam) yang diselenggarakan di lingkungan madrasah, Senin (20/7/2026).
Penyesuaian arah kiblat di Musholla ini dilakukan dengan memanfaatkan fenomena astronomis berkala, di mana bayangan benda tegak lurus yang disinari matahari ditarik garis lurus sebagai penunjuk arah kiblat sejati yang menghadap langsung ke Ka’bah di Makkah. Langkah teknis ini krusial dilakukan untuk menyelaraskan dan memverifikasi keakuratan saf salat berjamaah seluruh warga madrasah, agar ibadah harian yang dilaksanakan bernilai sah dan sempurna sesuai tuntunan fikih sains Islam.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., memantau langsung proses penyesuaian saf tersebut dan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kalibrasi ini. Menurut beliau, penerapan program Rashdul Kiblat di mushala madrasah merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan Islam dalam menjaga kesempurnaan sarana ibadah bagi guru, pegawai, dan ratusan peserta didik.
“Alhamdulillah, aplikasi dari program Rashdul Kiblat hari ini telah berhasil kita terapkan langsung di mushalla MAN Tanjungbalai. Dengan adanya penyesuaian arah kiblat yang ilmiah dan akurat ini, seluruh warga madrasah, terutama anak-anak kami, kini dapat melaksanakan salat berjamaah dengan hati yang tenang, mantap, dan khusyuk tanpa ada keraguan lagi terkait ketepatan arah kiblat,” ujar Kepala Madrasah.
Proses penandaan garis saf baru di dalam Musholla berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala teknis. Hasil kalibrasi arah kiblat permanen ini diharapkan dapat menjadi contoh edukasi fikih praktis bagi para siswa agar mampu mengaplikasikan ilmu falak serupa di lingkungan masjid atau musala tempat tinggal mereka masing-masing. (Muhammad Amri Pasaribu)
