Guru Bahasa Inggris MAN Tanjungbalai Kenalkan Metode Simpel Assessment Diagnostik Non-Kognitif di Era Digital
Tanjungbalai (Humas). Guna mempermudah peserta didik dalam memetakan kesiapan mental dan profil belajar di awal tahun ajaran baru, guru mata pelajaran Bahasa Inggris Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai, Mahdina, S.Pd.I., sampaikan cara mudah memahami materi Assessment Diagnosis Non-Kognitif. Langkah edukatif ini dipaparkan melalui metode yang sangat simpel, interaktif, dan adaptif untuk langsung diterapkan di era digitalisasi ruang kelas X, Selasa (21/7/2026).
Penyampaian materi asidmen diagnosis non-kognitif dalam pembelajaran bahasa asing ini dirancang khusus agar para siswa tidak merasa tegang atau cemas saat dievaluasi aspek psikologis dan latar belakang emosionalnya. Guru Bahasa Inggris menggunakan pendekatan formula sederhana dengan mengintegrasikan aplikasi survei digital berbasis kode QR dan platform gim edukatif, sehingga siswa dapat mengenali gaya belajar (visual, auditory, kinesthetic) serta kondisi sosio-emosional mereka sendiri secara menyenangkan.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan metode simpel yang dipraktikkan oleh guru Bahasa Inggris tersebut. Menurut beliau, pemanfaatan teknologi digital untuk menyederhanakan pemahaman asesmen diagnosis awal sangat krusial dalam menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka yang berpusat pada kebutuhan individu murid.
“Sebelum kita masuk pada materi teks bahasa Inggris yang rumit, kita harus memastikan kesiapan mental dan gaya belajar siswa berada dalam kondisi prima. Guru Bahasa Inggris MAN Tanjungbalai hari ini sukses membuktikan bahwa asesmen diagnosis non-kognitif yang terkesan teoretis dapat disampaikan secara simpel dan menyenangkan melalui bantuan gawai. Ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam melakukan transformasi digital di dalam kelas,” ungkap Kepala Madrasah.
Para siswa terlihat sangat antusias dan ceria mengikuti jalannya kelas, terutama saat mereka mempraktikkan pengisian lembar diagnosis mandiri melalui layar komputer digital madrasah. Melalui cara mudah dan metode simpel yang diterapkan ini, diharapkan para peserta didik MAN Tanjungbalai dapat lebih siap, fokus, dan termotivasi tinggi dalam mendulang prestasi akademik bahasa asing di era digital ini. (Muhammad Amri Pasaribu)
