Sambut Ramadan 1447 H, Siswi MAN Tanjungbalai Edukasi “Terapi Diri” di Tengah Arus Transformasi Digital
Tanjungbalai (Humas). Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, suasana berbeda terasa di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai. Dalam kegiatan pembinaan pada Selasa (10/2/2026), seorang siswa tampil memberikan edukasi inspiratif mengenai pentingnya melakukan “terapi diri” atau self-healing spiritual di tengah derasnya arus transformasi digital.
Dalam paparannya, siswa tersebut menekankan bahwa tantangan terbesar umat Islam saat ini, khususnya generasi muda, adalah menjaga kekhusyukan ibadah dari gangguan (distraksi) gawai dan media sosial. Ia mengajak rekan-rekannya untuk melakukan digital detox atau pembatasan penggunaan perangkat digital yang tidak produktif agar fokus ibadah tetap terjaga.
“Transformasi digital harus kita jadikan sebagai sarana pendukung ibadah, bukan penghalang. Kita harus pintar memilah konten dan mengatur waktu agar layar ponsel tidak menyita waktu tadarus dan tarawih kita,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.
Konsep “terapi diri” yang disampaikan mencakup tiga hal utama: membersihkan hati dari penyakit sosial di dunia maya, memperbanyak literasi digital keagamaan melalui sumber yang kredibel, serta menggunakan aplikasi produktif untuk memantau target ibadah harian.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif edukasi ini. Menurutnya, pemahaman mengenai etika digital di bulan Ramadan sangat selaras dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang moderat dan cerdas teknologi.
“Ini adalah langkah konkret dalam mempersiapkan mental siswa. Kita ingin mereka menyambut Ramadan dengan penuh kesadaran (mindfulness) dan tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai religiusitas,” ungkap Kepala MAN Tanjungbalai.
Kegiatan ini diharapkan mampu membekali para siswa MAN Tanjungbalai untuk menjalani Ramadan 1447 H dengan kualitas ibadah yang lebih baik, sekaligus menjadi pelopor penggunaan teknologi yang positif di tengah masyarakat Kota Tanjungbalai. (Muhammad Amri Pasaribu)
