Peserta Didik MAN Tanjungbalai Sampaikan Renungan Mendalam, Setiap yang Bernyawa Pasti Akan Mati
Tanjungbalai (Humas). Suasana khidmat dan penuh refleksi menyelimuti kegiatan pembinaan karakter di Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai. Dalam sebuah sesi berbagi motivasi, perwakilan siswa tampil di hadapan rekan-rekannya untuk menyampaikan pandangan religi yang mendalam mengenai hakikat kehidupan, dengan mengangkat pesan utama dari Al-Qur’an: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati,” Kamis (16/4/2026).
Penyampaian motivasi ini bertujuan untuk mengingatkan para peserta didik agar senantiasa memanfaatkan waktu muda mereka untuk hal-hal yang bermanfaat. Dalam paparannya, siswa tersebut menekankan bahwa kesadaran akan kematian bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pendorong agar setiap individu memiliki persiapan amal yang terbaik selama menimba ilmu di madrasah.
“Kematian adalah kepastian yang tidak mengenal usia. Oleh karena itu, mari kita jadikan setiap detik di madrasah ini sebagai ladang ibadah. Belajar dengan tekun, berbakti kepada guru, dan menjaga karakter luhur adalah bagian dari bekal kita menuju kehidupan yang kekal kelak,” ungkap perwakilan siswa tersebut dalam orasinya yang menyentuh hati.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif siswa yang mampu memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya. Beliau menegaskan bahwa di tengah era transformasi digital yang serba cepat, pengingat spiritual seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman iman.
Wakil Kepala MAN Tanjungbalai bidang Kesiswaan, Muhammad Taufiq S, S.Pd., menambahkan bahwa program pembinaan sebaya (peer mentoring) seperti ini seringkali lebih efektif karena pesan disampaikan dengan bahasa yang lebih akrab di telinga remaja. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir perilaku negatif dan meningkatkan kedisiplinan beribadah di lingkungan madrasah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar MAN Tanjungbalai senantiasa diberikan bimbingan untuk menjalani hidup yang bermakna dan husnul khatimah. Renungan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, memotivasi mereka untuk lebih menghargai waktu dan meningkatkan kualitas diri baik secara akademik maupun spiritual. (Muhammad Amri Pasaribu)
