HumasNews

MAN Tanjungbalai Tekankan Pendidikan Karakter Lewat 3 Pesan Khalifah Umar bin Khattab

Tanjungbalai (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai kembali menggelar upacara sekaligus pembinaan hari Senin yang diikuti oleh seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan kependidikan di halaman utama madrasah, Senin (18/5/2026). Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum penting untuk memperkuat landasan moral siswa.

Bertindak sebagai pembina upacara, tenaga pendidik MAN Tanjungbalai, Zainal Sinambela, S.Pd., memberikan amanat khusus mengenai pentingnya pendidikan karakter di era modern. Dalam bimbingannya, pembina upacara mengupas keteladanan salah satu sahabat Nabi, yaitu Khalifah Umar bin Khattab, dengan menekankan 3 pesan penting untuk dijadikan pedoman hidup para siswa yaitu Didiklah Anak-Anakmu Sesuai Zamannya, Pembina menyampaikan bahwa tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu. Siswa MAN Tanjungbalai dituntut untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus adaptif, bijak, dan berkarakter kuat dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kuasai Ilmu Sebelum Kamu Memimpin, Pesan kedua menekankan pentingnya belajar dan mempersiapkan diri. Masa muda di madrasah adalah waktu terbaik untuk menuntut ilmu sedalam-dalamnya, karena setiap individu kelak akan menjadi pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri.

Dan yang terakhir, Hisablah Dirimu Sendiri Sebelum Kamu Dihisab, Pesan terakhir berfokus pada pentingnya melakukan introspeksi diri (muhasabah). Siswa diajak untuk selalu mengevaluasi kedisiplinan, ibadah, serta tanggung jawab mereka sebagai pelajar sebelum tindakan mereka dinilai oleh orang lain dan Allah SWT.

Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., menyambut positif materi pembinaan karakter berbasis sejarah Islam ini. Beliau menegaskan bahwa penguatan spiritual dan penyampaian kisah inspiratif para sahabat sangat krusial sebagai jangkar moral. Tujuannya agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kokoh di tengah lingkungan sosial.

Upacara ditutup dengan doa bersama dan pembubaran barisan secara tertib, dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. (Muhammad Amri Pasaribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *