MAN Tanjungbalai Bedah 3 Nasihat Sufistik Hasan Al-Basri dalam Pembinaan Siswa
Tanjungbalai (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai menggelar kegiatan pembinaan religi sebagai upaya memperkokoh karakter dan spiritualitas peserta didik. Dalam pertemuan kali ini, pihak madrasah memberikan pandangan religi yang mendalam dengan mengupas tiga nasihat emas dari Hasan Al-Basri, sang ulama sufi terkemuka yang dikenal dengan kedalaman ilmu dan zuhudnya, Rabu (15/4/2026).
Pembinaan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Zainal Sinambela, S.Pd. Beliau memaparkan wasiat Hasan Al-Basri yang menjadi kunci ketenangan batin dalam menjalani kehidupan dan menuntut ilmu.
Tiga nasihat sufi yang disampaikan adalah Ketenangan Atas Rezeki, “Aku tahu rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka hatiku pun tenang.” Nasihat ini mengajarkan siswa untuk tidak rakus dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Kemandirian dalam Beramal, “Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, maka aku sibuk mengerjakannya sendiri.” Poin ini menekankan tanggung jawab pribadi dalam belajar dan beribadah. Muraqabah (Pengawasan Allah), “Aku tahu Allah selalu memperhatikanku, maka aku malu jika Dia melihatku dalam kemaksiatan.” Hal ini bertujuan menanamkan integritas diri pada siswa agar selalu berperilaku baik di mana pun berada.
Dalam arahannya, Zainal Sinambela menekankan bahwa nilai-nilai sufistik ini sangat relevan untuk membentengi mental siswa di tengah arus transformasi digital yang serba cepat. “Kita ingin siswa MAN Tanjungbalai tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki ketajaman nurani. Nasihat ini melatih kita untuk fokus pada perbaikan diri sendiri daripada menyibukkan diri dengan urusan orang lain,” tegasnya.
Wakil Kepala MAN Tanjungbalai bidang Kesiswaan, Muhammad Taufiq S, S.Pd., menambahkan bahwa internalisasi ajaran sufi yang moderat seperti ini merupakan bagian dari pembentukan karakter luhur. Melalui kesadaran akan pengawasan Tuhan, diharapkan kedisiplinan siswa muncul dari dalam hati, bukan karena paksaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, berharap agar seluruh civitas akademika MAN Tanjungbalai diberikan kekuatan untuk mengamalkan nasihat tersebut sehingga tercipta lingkungan madrasah yang harmonis, religius, dan penuh berkah. (Muhammad Amri Pasaribu)
