HumasNews

Dari Ide Kecil Menjadi Prestasi Gemilang, Kisah Inspiratif Muhammad Amri, Sang Humas Terproduktif 2025

Tanjungbalai (Humas). Keberhasilan tidak pernah datang secara instan, ia adalah buah dari kerja keras dan kerendahan hati untuk terus belajar. Hal inilah yang dibuktikan oleh Muhammad Amri Pasaribu, A.Md.Kom., sang peraih penghargaan Juara 1 Humas Terproduktif Tingkat Madrasah Tahun 2025. Di balik deretan berita yang ia tulis, tersimpan kisah tentang dedikasi dan kesetiaannya pada proses menimba ilmu.

Langkah Amri di dunia jurnalistik madrasah bermula dari pengalaman kecil sebagai penulis berita amatir. Ia mengawali kariernya dengan sebuah ide sederhana, menjadikan setiap jengkal kegiatan di MAN Tanjungbalai sebagai informasi yang bernilai bagi masyarakat. Namun, Amri menyadari bahwa semangat saja tidak cukup, ia butuh asahan teknik dan strategi agar tulisannya mampu “berbicara” lebih luas.

Perjalanan Amri tidak dimulai dari panggung penghargaan. Kisahnya berawal dari staf tata usaha madrasah sebagai seorang penulis berita amatir. Bermodalkan ketertarikan pada dunia jurnalistik dan sebuah kamera ponsel, ia mulai mengabadikan momen-momen harian di madrasah. Baginya, setiap kegiatan siswa, sekecil apa pun, memiliki nilai cerita yang layak dibagikan kepada dunia.

Dalam perjalanannya, Amri menemukan sosok mentor yang menjadi kompas dalam kreativitasnya, yakni Ketua Tim Humas, Komunikasi Publik, Data, dan Informasi (HKPDatin) Kanwil Kemenag Sumut, Imam Mukhair, SS, M.Hum. Di bawah bimbingan sang mentor, Amri belajar bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan seni menyampaikan pesan dengan integritas. Ia tidak pernah bosan berdiskusi, meminta kritik, hingga mengulang draf beritanya berkali-kali demi mencapai standar kualitas yang diharapkan.

“Saya sangat beruntung memiliki mentor seperti Bapak Imam Mukhair. Beliau tidak hanya mengajarkan teknik menulis yang produktif, tetapi juga menanamkan disiplin bahwa seorang Humas harus menjadi orang pertama yang tahu dan orang pertama yang mengabarkan kebaikan madrasah,” ungkap Amri dengan penuh rasa hormat.

Kerendahan hati Amri untuk tetap menjadi “gelas kosong” di hadapan mentornya inilah yang membuatnya melesat. Ide-ide kecil yang ia miliki kemudian bertransformasi menjadi narasi yang kuat dan konsisten. Alhasil, dalam satu tahun terakhir, produktivitas berita MAN Tanjungbalai meningkat pesat, mengantarkannya ke podium tertinggi sebagai Humas terbaik.

Ide kecil inilah yang kemudian ia kembangkan menjadi sebuah sistem pengelolaan informasi yang tertata. Dengan visi “Digitalisasi Informasi”, Amri mulai meramu narasi yang menarik, mengelola media sosial dengan estetika modern, hingga memastikan setiap sudut prestasi MAN Tanjungbalai terpublikasi secara luas. Ia tak jarang harus bekerja hingga larut malam demi memastikan berita hari itu tayang di saat yang tepat.

Kisah Muhammad Amri adalah pengingat bagi seluruh civitas akademika bahwa prestasi besar seringkali lahir dari konsistensi terhadap ide-ide kecil. Ia telah membuktikan bahwa dengan kemauan untuk terus belajar dan berinovasi, seorang penulis berita madrasah pun mampu meraih prestasi gemilang di tingkat yang lebih tinggi.

“Jangan pernah remehkan ide kecilmu. Mulailah menulis, mulailah mendokumentasikan, karena dari sanalah sejarah besar madrasah kita dimulai,” pungkas sang jawara Humas tersebut.

Prestasi gemilang yang diraih Amri pada tahun 2025 adalah simbol kemenangan bagi para pembelajar. Kisahnya mengajarkan kita bahwa bakat yang dipadukan dengan ide kreatif, lalu ditempa oleh bimbingan mentor yang tepat, akan melahirkan karya yang luar biasa. Muhammad Amri telah membuktikan, jadilah penulis yang tidak hanya produktif, tapi juga penulis yang memiliki jiwa pembelajar sejati. (Muhammad Amri Pasaribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *