Guru Ekonomi MAN Tanjungbalai Bedah Konsep Dasar Ilmu Ekonomi di Era Digital
Tanjungbalai (Humas). Guna meletakkan fondasi literasi keuangan yang kuat bagi generasi zilenial, guru mata pelajaran Ekonomi Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai, Nurul Asahani Hrp, S.Pd, M.Si., menyampaikan materi ajar strategis mengenai “Konsep Dasar Ilmu Ekonomi” kepada seluruh peserta didik kelas X. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang interaktif ini dikemas secara modern dengan mengorelasikannya langsung pada tren era transformasi digital di ruang kelas digital madrasah, Kamis (23/7/2026).
Dalam proses pemaparannya, guru Ekonomi membedah konsep-konsep klasik seperti kelangkaan (scarcity), skala prioritas, kebutuhan versus keinginan, hingga biaya peluang (opportunity cost). Materi dasar tersebut kemudian dikaitkan dengan realitas ekonomi digital masa kini, di mana siswa diajak menganalisis bagaimana algoritma media sosial, maraknya dompet digital (e-wallet), kemudahan belanja daring (online shopping), hingga fenomena paylater dapat memicu perilaku konsumtif jika tidak dibentengi dengan pemahaman ilmu ekonomi yang bijak.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pendekatan kontekstual-digital yang diterapkan oleh guru Ekonomi dalam KBM kelas X ini. Menurut beliau, mengenalkan esensi pengelolaan keuangan yang adaptif sejak awal tahun ajaran baru sangat penting agar para murid baru tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif, melainkan mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk produktivitas yang positif.
“Pembelajaran ekonomi di kelas X ini tidak lagi sekadar menghafal teori di buku teks konvensional. Guru Ekonomi kita hari ini sukses mengintegrasikan konsep kelangkaan dan pilihan hidup dengan fenomena digitalisasi ekonomi yang dihadapi anak-anak setiap hari di gawai mereka. Ini adalah langkah nyata madrasah dalam mencetak lulusan yang cerdas finansial, mandiri, dan berwawasan global,” ungkap Kepala MAN Tanjungbalai.
Para murid baru kelas X terlihat sangat antusias dan aktif terlibat dalam sesi diskusi kelompok, di mana mereka ditantang merancang skala prioritas kebutuhan bulanan seorang pelajar di era digital. Pembelajaran inovatif ini diharapkan dapat terus memacu daya pikir kritis, kemandirian berpikir, serta menumbuhkan karakter yang bijak dan berakhlakul karimah pada diri seluruh peserta didik MAN Tanjungbalai. (Muhammad Amri Pasaribu)
