Angkat Filosofi Viral “Rupiah Melemah, Dolar Sombong”, Siswa MAN Tanjungbalai Berikan Motivasi Kreatif di Era Digital
Tanjungbalai (Humas). Kreativitas dan daya kritis siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai di era transformasi digital kembali ditunjukkan melalui aksi yang inspiratif. Dalam sebuah kegiatan pertemuan rutin di lingkungan madrasah, seorang perwakilan siswa tampil memukau dengan menyampaikan narasi motivasi yang mengangkat filosofi ekonomi yang tengah trending di media sosial: “Rupiah melemah, Dolar semakin sombong”, Kamis (21/5/2026).
Di hadapan ratusan sesama peserta didik dan jajaran dewan guru, siswa tersebut dengan gaya bahasa yang retoris dan adaptif mengupas fenomena nilai tukar mata uang global bukan sekadar sebagai angka di papan bursa, melainkan sebagai sebuah refleksi karakter manusia. Di era digital di mana informasi bergerak sangat cepat, analogi tersebut dinilai sangat relevan dengan dinamika kehidupan sosial remaja masa kini.
“Teman-teman, saat ini di media sosial sering kita dengar seloroh bahwa Rupiah sedang melemah dan Dolar menjadi semakin sombong. Namun, dari fenomena digital ini kita bisa belajar satu filosofi hidup yang mendalam. Dolar yang perkasa mengingatkan kita agar tidak menjadi pribadi yang angkuh saat berada di atas angin atau ketika kita memiliki kelebihan fasilitas digital. Sebaliknya, Rupiah yang sedang diuji mengajarkan kita untuk tetap bertahan, tangguh, dan terus mengevaluasi diri agar bisa kembali bangkit menguat,” ujar siswa tersebut dalam orasinya yang disambut riuh tepuk tangan.
Lebih lanjut, ia juga mengajak rekan-rekannya untuk memanfaatkan transformasi teknologi digital secara bijak. Alih-alih menggunakan gawai hanya untuk melihat tren konsumerisme atau ujaran kebencian, siswa MAN Tanjungbalai didorong untuk menciptakan nilai tambah digital (digital value) yang dapat meningkatkan kualitas diri mereka, seperti mempelajari literasi finansial, pemrograman, maupun konten edukatif berbasis islami.
Pendekatan penyampaian materi motivasi yang mengawinkan tren media sosial dengan nilai-nilai karakter mulia ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak madrasah. Strategi ini dinilai cerdas karena mampu menyentuh pola pikir (mindset) generasi Z yang sangat lekat dengan dunia internet.
Kepala MAN Tanjungbalai melalui perwakilan guru menyatakan rasa bangganya atas keberanian dan kedalaman berpikir siswa tersebut. Madrasah berharap mimbar-mimbar edukasi kreatif seperti ini terus bertumbuh guna melahirkan lulusan madrasah yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecerdasan emosional yang matang di masa depan. (Muhammad Amri Pasaribu)
