Sentuh Hati Peserta Didik, Koordinator BK MAN Tanjungbalai Ajak Siswa Giat Belajar dan Jaga Akhlak
Tanjungbalai (Humas). Pendekatan persuasif dan penuh empati terus digalakkan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai. Koordinator Bimbingan dan Konseling (BK) MAN Tanjungbalai memberikan bimbingan motivasi yang menyentuh hati di hadapan seluruh peserta didik guna memacu semangat kehadiran siswa sekaligus memperkokoh karakter islami.
Dalam arahannya, Koordinator BK, Agustina, S.Pd., menyoroti pentingnya konsistensi dan kegigihan siswa untuk hadir ke madrasah setiap hari. Beliau mengingatkan bahwa setiap langkah kaki dari rumah menuju madrasah dinilai sebagai ibadah yang akan membuka jalan kesuksesan di masa depan. Oleh karena itu, rasa malas harus dilawan dengan impian yang kuat.
“Anak-anakku sekalian, datang ke madrasah dengan tepat waktu bukan sekadar menggugurkan kewajiban absen. Ini adalah bentuk perjuangan kalian untuk menghargai masa depan dan jerih payah orang tua. Mari kita pasang niat yang lurus, lebih giat lagi melangkah ke madrasah demi menjemput ilmu,” ujar Koordinator BK dengan nada lembut namun penuh penekanan.
Tidak hanya soal kehadiran fisik dan kedisiplinan akademis, Koordinator BK juga memberikan porsi besar pada pembahasan moralitas remaja. Beliau berpesan agar seluruh siswa MAN Tanjungbalai senantiasa menjaga akhlak, baik dalam tutur kata, cara berpakaian, hingga etika berkomunikasi dengan guru serta sesama teman, termasuk di media sosial.
“Kecerdasan tanpa akhlak yang baik hanya akan membawa kerugian. Identitas kita adalah madrasah, maka jagalah nama baik diri dan almamater dengan menunjukkan akhlak penuntut ilmu yang santun, rendah hati, dan saling menghormati,” tambahnya.
Pendekatan menyentuh hati dari ruang BK ini disambut positif oleh jajaran guru dan para siswa. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka ketidakhadiran (absensi) siswa tanpa keterangan, sekaligus menciptakan iklim belajar di MAN Tanjungbalai yang kondusif, harmonis, dan sarat dengan nilai-nilai religius. (Muhammad Amri Pasaribu)
