Keluarga Besar MAN Tanjungbalai Gelar Doa Bersama Demi Kesuksesan dan Kemenangan di OSN Tingkat Kota
Tanjungbalai (Humas). Setelah menuntaskan rangkaian simulasi dan bimbingan intensif, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai menggelar kegiatan doa bersama dan munajat kepada Allah SWT. Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman madrasah ini bertujuan memohon kelancaran serta hasil terbaik bagi para peserta didik yang akan berlaga di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kota tahun 2026, Sabtu (9/5/2026).
Acara yang diikuti oleh pimpinan madrasah, guru pembimbing, serta seluruh peserta olimpiade ini diawali dengan zikir bersama dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suasana religius sangat terasa saat seluruh hadirin menundukkan kepala, memanjatkan doa agar segala persiapan yang telah dilakukan mendapatkan rida dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa ikhtiar batin merupakan penyempurna dari kerja keras yang telah dilakukan selama ini. “Kita sudah berusaha maksimal melalui bimbingan dan simulasi. Hari ini kita bersimpuh memohon kekuatan kepada Allah agar anak-anak kita diberikan ketenangan, ketelitian, dan kecerdasan saat menjawab soal, sehingga mampu meraih peringkat terbaik dan mengharumkan nama madrasah,” ujar Kepala MAN Tanjungbalai.
Senada dengan itu, guru pembimbing olimpiade menekankan bahwa doa bersama ini juga berfungsi untuk menguatkan mental para siswa. Dengan berserah diri, diharapkan para peserta didik dapat tampil lebih percaya diri tanpa beban yang berlebihan saat hari pelaksanaan kompetisi nanti.
Para siswa peserta OSN mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi setelah mengikuti kegiatan munajat ini. Mereka bertekad akan berjuang semaksimal mungkin di lapangan untuk membawa pulang medali kemenangan.
Kegiatan doa bersama ini ditutup dengan sesi bersalaman dan pemberian motivasi terakhir dari para guru. Melalui sinergi antara usaha yang tekun dan doa yang tulus, MAN Tanjungbalai optimis dapat melahirkan jawara-jawara sains yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual yang kuat. (Muhammad Amri Pasaribu)
