MAN Tanjungbalai Berikan Pembinaan Analisis Kepekaan Sosial Gen Z di Era Digital
Tanjungbalai (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai kembali menggelar agenda pembinaan bagi seluruh peserta didik guna menyikapi dinamika perkembangan zaman. Dalam pertemuan kali ini, pembina menekankan pentingnya Analisis Kepekaan Sosial bagi Generasi Z dalam merespons berbagai masalah sosial yang berkembang di era transformasi digital, Rabu (29/4/2026).
Pembinaan ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya empati di dunia nyata akibat tingginya intensitas interaksi di dunia maya. Pembina menyampaikan bahwa Generasi Z, yang lahir dan tumbuh bersama teknologi, seringkali terjebak dalam “gelembung digital” sehingga cenderung pasif atau hanya menjadi penonton dalam menyikapi persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., melalui pembina kegiatan menekankan bahwa kecerdasan digital harus berjalan beriringan dengan kepekaan nurani. “Siswa MAN Tanjungbalai tidak boleh hanya mahir mengoperasikan teknologi, tetapi harus memiliki ketajaman rasa. Jangan sampai kita cepat bereaksi di media sosial, namun abai terhadap tetangga atau teman yang membutuhkan bantuan di dunia nyata,” ujarnya.
Dalam sesi analisis tersebut, siswa diajak berdiskusi mengenai cara menyaring informasi sosial agar tidak terjebak dalam hoaks atau narasi kebencian. Pembina menekankan bahwa karakter luhur seorang pelajar madrasah adalah kemampuannya menjadi solusi (problem solver) atas masalah sosial, bukan sekadar pemberi komentar (commentator).
Ema Iriani Hudaya, S.Pd., yang bertugas sebagai pembina menambahkan bahwa kepekaan sosial adalah bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. “Kita ingin Gen Z di MAN Tanjungbalai menggunakan jempol dan pikirannya untuk menebar manfaat. Transformasi digital harus menjadi alat untuk memperluas jangkauan kebaikan, bukan untuk memupuk sikap individualisme,” tuturnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan para peserta didik mampu lebih peka dan kritis dalam melihat ketimpangan sosial maupun kesulitan sesama. Dengan mentalitas yang kuat dan empati yang tinggi, lulusan MAN Tanjungbalai diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Tanjungbalai di masa depan. (Muhammad Amri Pasaribu)
