WKM Kesiswaan MAN Tanjungbalai Berikan “Terapi Hati” Pada Ramadan 1447 H
Tanjungbalai (Humas). Menyongsong hadirnya bulan suci Ramadan 1447 H, Wakil Kepala Madrasah (WKM) Bidang Kesiswaan MAN Tanjungbalai, Muhammad Taufiq S, S.Pd., memberikan pembinaan khusus yang menyentuh sisi emosional dan spiritual seluruh peserta didik pada Selasa (24/2/2026). Pembinaan ini dikemas dalam bentuk “Terapi Hati” guna memantapkan niat siswa dalam meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga ritme prestasi belajar di bulan yang penuh berkah.
Dalam arahannya di hadapan ratusan siswa, Muhammad Taufiq menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan momentum emas untuk melakukan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs). Ia mengajak siswa untuk menjadikan puasa sebagai sarana melatih kedisiplinan dan pengendalian diri, yang nantinya akan berdampak positif pada fokus dan prestasi akademik mereka.
“Anak-anakku, jadikan Ramadan ini sebagai terapi hati untuk membuang segala penyakit hati seperti malas dan sombong. Hati yang bersih akan membuat pikiran tenang, dan pikiran yang tenang adalah kunci sukses dalam belajar dan beribadah,” ujar Muhammad Taufiq.
Poin-poin utama dalam pembinaan “Terapi Hati” ini meliputi Penguatan Niat Ibadah, Mengajak siswa memaksimalkan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah sebagai bentuk syukur. Manajemen Waktu, Memberikan strategi agar siswa tetap produktif belajar meskipun sedang berpuasa, dengan mengatur jadwal istirahat dan belajar yang efektif. Bijak Digital, Mengimbau siswa agar melakukan “diet gadget” selama Ramadan agar lebih fokus pada amaliah harian dan menghindari konten yang tidak bermanfaat.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., mendukung penuh pendekatan humanis dan spiritual yang dilakukan bidang kesiswaan. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketenangan hati sangat diperlukan agar lulusan madrasah memiliki karakter yang tangguh di masa depan.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh peserta didik MAN Tanjungbalai dapat menjalani bulan Ramadan dengan penuh semangat, tetap mengukir prestasi, dan menjadi teladan akhlakul karimah di tengah masyarakat. (Muhammad Amri Pasaribu)
