MAN Tanjungbalai Gelar Pembinaan Spiritual dan Motivasi Perkuat Ibadah bagi Peserta Didik
Tanjungbalai (Humas). Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai menggelar kegiatan pembinaan intensif dan pemberian motivasi kepada seluruh peserta didik pada Senin, (23/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa secara spiritual agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan serta meningkatkan kualitas amaliah harian.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa Ramadan harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan “booster” spiritual dan perbaikan karakter. Beliau mengingatkan bahwa ibadah di bulan suci bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sarana melatih kedisiplinan diri yang sejalan dengan semangat Madrasah Mandiri Berprestasi.
“Kita ingin para siswa memahami bahwa puasa adalah madrasah bagi jiwa. Di era transformasi digital ini, tantangan menjaga pandangan dan lisan di media sosial sangat besar. Gunakan Ramadan sebagai filter untuk menolak hal-hal negatif dan fokus pada peningkatan prestasi serta ibadah,” ujar Kepala MAN Tanjungbalai.
Beberapa poin utama dalam pembinaan motivasi ini meliputi Penguatan Ibadah Harian, Ajakan untuk konsisten melaksanakan shalat fardhu tepat waktu, shalat Duha, serta tadarus Al-Qur’an berjamaah yang akan menjadi agenda rutin madrasah. Literasi Digital Ramadan, Edukasi agar siswa bijak menggunakan gawai dan melakukan digital detox untuk menghindari konten yang dapat mengurangi pahala puasa. Persiapan Safari Ramadan, Motivasi khusus bagi para duta dakwah madrasah yang akan diterjunkan ke masjid-masjid di Kota Tanjungbalai.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh keluarga besar MAN Tanjungbalai diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menyongsong bulan suci. Pihak madrasah berharap, melalui pembinaan ini, kesadaran beribadah siswa tumbuh dari dalam hati sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual. (Muhammad Amri Pasaribu)
