Refleksi Spiritual Pada Pembinaan MAN Tanjungbalai Kupas 3 Penyebab Doa Tidak Dikabulkan Allah SWT
Tanjungbalai (Humas). Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai kembali melaksanakan rutinitas upacara bendera yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh jajaran guru, staf, dan ratusan peserta didik. Namun, upacara kali ini terasa lebih bermakna dengan adanya penyampaian materi pembinaan rohani yang mendalam mengenai penghalang terkabulnya doa, Senin (11/5/2026).
Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh warga madrasah untuk merefleksikan diri dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Beliau menjelaskan secara terperinci mengenai 3 penyebab utama doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT agar peserta didik dapat menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun ketiga tersebut yaitu Makanan dan Harta dari Sumber yang Tidak Halal, Pembina menekankan bahwa apa yang masuk ke dalam tubuh menjadi darah dan daging sangat memengaruhi rida Allah terhadap doa-doa yang dipanjatkan. Meninggalkan Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Doa sulit terijabah jika seseorang tidak lagi peduli untuk mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran di lingkungannya. Hati yang Lalai dan Tidak Sungguh-Sungguh, Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang ragu, lalai, atau hanya sekadar di lisan tanpa ada keyakinan penuh dan usaha nyata.
“Sebagai siswa madrasah, kita tidak hanya dituntut pintar dalam ilmu dunia, tetapi juga harus paham bagaimana menjaga hubungan yang bersih dengan Allah. Percuma kita berdoa siang dan malam jika hati kita masih kotor dan rida Allah tertutup karena perbuatan kita sendiri,” tegas pembina di hadapan para siswa.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., menyambut positif materi pembinaan ini. Menurut beliau, penguatan spiritual seperti ini sangat penting sebagai penyeimbang di era transformasi digital yang serba cepat, agar siswa tetap memiliki landasan moral yang kokoh.
Upacara ditutup dengan doa bersama, di mana seluruh peserta didik tampak merenungi pesan yang disampaikan. Melalui pembinaan ini, diharapkan siswa MAN Tanjungbalai semakin termotivasi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak mereka demi meraih kesuksesan dunia maupun akhirat. (Muhammad Amri Pasaribu)
