KesiswaanNews

Isak Tangis Warnai Penyerahan, Pesan Haru Perwakilan Kelas XII MAN Tanjungbalai Getarkan Hati Orang Tua dan Guru

Tanjungbalai (Humas). Suasana khidmat acara penyerahan kembali peserta didik kelas XII TP. 2025/2026 kepada orang tua di MAN Tanjungbalai berubah menjadi penuh haru dan isak tangis. Hal ini terjadi saat perwakilan siswa kelas XII naik ke podium untuk menyampaikan kesan dan pesan terakhirnya sebelum meninggalkan bangku madrasah pada Selasa (5/5/2026).

Dengan suara yang sesekali bergetar menahan tangis, perwakilan siswa tersebut mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para guru yang telah bersabar mendidik mereka selama tiga tahun. Ia menggambarkan madrasah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan rumah kedua yang telah membentuk karakter dan jati diri mereka.

“Bapak dan Ibu Guru, terima kasih telah menjadi orang tua kami saat kami jauh dari rumah. Maafkan segala kenakalan dan kekhilafan kami yang mungkin pernah melukai hati. Ilmu yang kalian berikan adalah lentera yang akan kami bawa untuk menerangi jalan masa depan kami,” ucapnya yang seketika membuat suasana lapangan menjadi hening dan haru.

Puncak kesedihan terasa saat ia berbalik menghadap ke arah barisan orang tua siswa. Sambil terisak, ia menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan demi menyekolahkan mereka hingga lulus di MAN Tanjungbalai.

“Untuk ayah dan ibu kami, terima kasih telah bersabar dengan segala mimpi-mimpi kami. Keberhasilan kami hari ini adalah hasil doa-doa kalian yang dipanjatkan di sepertiga malam. Kami mohon restu untuk melangkah lebih jauh lagi,” tambahnya, yang membuat banyak orang tua dan guru tak kuasa membendung air mata.

Wakil Kepala MAN Tanjungbalai bidang Akademik, Muhammad Hifni, M.Pd., yang mewakili Kepala Madrasah turut menyaksikan momen tersebut tampak tersentuh. Beliau menyatakan bahwa tangisan haru ini adalah tanda kuatnya ikatan kekeluargaan di madrasah. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ijazah secara simbolis dan bersalaman sebagai tanda perpisahan yang penuh makna.

Momen ini menjadi pengingat bahwa meski masa berseragam di madrasah telah usai, nilai-nilai agama dan kenangan indah di MAN Tanjungbalai akan tetap abadi di hati para lulusan. (Muhammad Amri Pasaribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *