Tebarkan Manfaat, MAN Tanjungbalai Gelar Aksi Wakaf Seragam dan Buku dari Alumni untuk Peserta Didik yang Membutuhkan
Tanjungbalai (Humas). Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungbalai. Pada Selasa (5/5/2026), madrasah menggelar kegiatan Wakaf Seragam dan Buku Layak Pakai yang dihimpun dari para alumni yang baru saja menyelesaikan masa studinya di Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kegiatan ini diinisiasi oleh pihak madrasah sebagai wadah bagi para lulusan untuk menyalurkan pakaian seragam dan buku-buku pelajaran mereka agar dapat dimanfaatkan kembali oleh adik-adik kelas atau peserta didik yang membutuhkan. Aksi ini bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan serta memupuk rasa persaudaraan antar-siswa.
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada para alumni yang telah mendonasikan barang-barang berharga mereka dengan ikhlas. “Kegiatan wakaf ini adalah tradisi baik yang harus terus kita lestarikan. Selain mengajarkan siswa untuk tidak konsumtif dan berlebihan saat merayakan kelulusan, aksi ini memiliki nilai ibadah dan manfaat nyata bagi siswa lain yang memerlukan,” ujar Kepala MAN Tanjungbalai.
Proses penyaluran dilakukan secara tertib di ruang keterampilan madrasah. Berbagai jenis seragam, mulai dari seragam batik, pramuka, hingga pakaian olahraga, serta buku-buku paket pembelajaran dan referensi lainnya ditata dengan rapi untuk kemudian didistribusikan kepada peserta didik yang telah didata oleh tim kesiswaan.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu dengan adanya wakaf buku dan seragam ini. Barang-barangnya masih sangat layak dan bagus. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap salah satu siswa penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, MAN Tanjungbalai berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai karakter kepedulian dan kedermawanan kepada seluruh warga madrasah, sekaligus membuktikan bahwa semangat saling membantu adalah kunci dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif bagi semua. (Muhammad Amri Pasaribu)
