Kanwil Kemenag Sumut Monitoring UM di MAN Tanjungbalai, Pastikan Ujian Berjalan Jujur dan Akuntabel
Tanjungbalai (Humas). Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungbalai mendapat perhatian khusus dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Tim Monitoring dari Kanwil Kemenag Sumut turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya ujian guna memastikan standar operasional prosedur (SOP) terpenuhi dengan baik, Selasa (7/4/2026).
Dalam kunjungan monitoring ini, tim dari Kanwil Kemenag Sumut yang didampingi oleh Plt.Kepala Urusan Tata Usaha, Hasnan Siregar, A.Ma., dan Wakil Kepala MAN Tanjungbalai bidang Akademik, Muhammad Hifni, M.Pd., meninjau langsung ke ruang-ruang ujian. Fokus utama pemantauan meliputi kesiapan infrastruktur digital, mengingat MAN Tanjungbalai menggunakan sistem asesmen berbasis Android, serta kepatuhan para pengawas dalam menjaga integritas ujian.
Kanwil Kemenag Sumut melalui tim monitoring menekankan agar seluruh peserta didik mengikuti ujian dengan penuh kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. “Asesmen ini adalah instrumen penting untuk mengukur Standar Kompetensi Lulusan. Kami mengapresiasi kesiapan MAN Tanjungbalai yang telah menerapkan transformasi digital dalam pelaksanaan ujian tahun ini,” ujar perwakilan tim monitoring di sela-sela peninjauan.
Hasnan Siregar menyambut baik kehadiran tim Kanwil sebagai bentuk penguatan bagi madrasah. Beliau melaporkan bahwa pelaksanaan Asesmen Madrasah yang diikuti oleh ratusan siswa kelas XII sejauh ini berjalan tertib dan lancar. Hal ini tidak terlepas dari rangkaian persiapan panjang, mulai dari simulasi aplikasi ujian hingga pembinaan mental peserta didik.
Monitoring ini juga menjadi sarana evaluasi bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan sarana asesmen. Dengan adanya pengawasan langsung dari tingkat wilayah, diharapkan hasil Ujian Madrasah di MAN Tanjungbalai memiliki kredibilitas tinggi dan mampu mengantarkan para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan bekal akademik yang mumpuni. (Muhammad Amri Pasaribu)
