Orasi Inspiratif Peserta Didik MAN Tanjungbalai Tekankan Pentingnya Imtek dan Imtaq di Era Digitalisasi
Tanjungbalai (Humas). Di tengah pesatnya arus transformasi digital, seorang peserta didik Madrasah Aliyah Negeri Tanjungbalai tampil memukau dengan menyampaikan orasi bertajuk “Navigasi Iman di Era Digitalisasi”. Orasi yang disampaikan di hadapan ratusan rekan sejawat dan guru ini menyoroti bagaimana generasi muda harus menjalani kecanggihan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang taat, Kamis (2/4/2026).
Dalam orasinya, siswa tersebut memaparkan bahwa era digitalisasi adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kecerdasan literasi. Namun, ia menegaskan bahwa segala bentuk kemajuan teknologi harus tetap berada dalam koridor perspektif Islam. “Kita tidak boleh anti-teknologi, justru kita harus menguasainya. Tapi ingat, setiap ketukan jari di layar ponsel kita harus sesuai dengan tuntunan adab dan akhlakul karimah,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menyaring informasi (tabayyun) dan menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah yang positif. Ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi hanyalah alat, sedangkan kemudi utamanya adalah iman dan taqwa (Imtaq).
Kepala MAN Tanjungbalai, Khoirul Amri Hasibuan, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi mendalam atas kedewasaan berpikir siswanya. Kepala MAN Tanjungbalai menyatakan bahwa orasi ini sejalan dengan visi madrasah yang terus mendorong modernisasi layanan dan digitalisasi pembelajaran namun tetap berlandaskan nilai-nilai religius yang kuat.
“Ini adalah bukti bahwa pendidikan di MAN Tanjungbalai berhasil menanamkan karakter yang adaptif. Kita mendukung penuh transformasi digital dalam kurikulum, namun benteng utamanya tetaplah akidah para siswa,” ungkap Kepala MAN Tanjungbalai.
Penampilan orasi ini tidak hanya memukau audiens dengan retorika yang cerdas, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi secara sehat dan islami. MAN Tanjungbalai berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang siap bersaing di kancah global dengan tetap memegang teguh adab di atas ilmu. (Muhammad Amri Pasaribu)
